Tempat Fotokopi Sekitar Kampus A dan Kampus B Unair yang Buka Sampai Malam

Sudah lama saya tidak menulis blog karena dua semester terakhir ini kuliah saya sedang sangat sibuk-sibuknya, sehingga susah mencari waktu luang untuk menulis di blog ini. Kini menjelang waktunya untuk mengurus penelitian, saya mau sharing sedikit tentang fotokopi. Lebih tepatnya, saya mau sharing tentang lokasi beberapa tempat fotokopi yang masih buka sampai malam hari.
Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Kuliah

Cara Main Quizup di Android Sebagai Beta Tester

Tahu QuizUp? QuizUp adalah sebuah game Trivia Online terbesar di dunia. Game ini telah dimainkan oleh lebih dari 10 juta orang di seluruh dunia. Game ini mempunyai lebih dari 300 topik, mulai dari serial TV, matematika, sinonim-antonim, geografi hingga topik kedokteran. Game yang booming sejak November 2013 ini dikembangkan oleh Vanilla Corp, asal Islandia yang punya kantor cabang di San Fransisco, Amerika Serikat. Saya sendiri mengenal game ini dari teman kuliah saya, dan sejak itu saya sering main game ini. Topik favorit saya adalah Name The Flag (tebak-tebakan bendera), Capital City (tebak-tebakan ibukota negara), dan US Sport Teams (tes pengetahuanmu tentang nama-nama tim olahraga di Amerika Serikat, tapi ngapain juga orang Indonesia hafal nama tim olahraga di AS :hammer)

Sayangnya, hingga saat ini, game ini baru bisa dimainkan di perangkat iOS, yaitu Apple iPhone dan Apple iPad, serta iPod Touch. Namun, kabar baiknya, game ini sedang dikembangkan untuk versi Android, namun belum dirilis, masih versi beta. Walau begitu, anda masih bisa memainkan game ini, dengan syarat anda menjadi beta tester game ini, dan karena namanya beta Tester, maka anda WAJIB melaporkan bug-bug yang ada di aplikasi ini. Tapi tenang saja, caranya gampang kok, akan saya tulis nanti. Kenapa anda harus melaporkan? Tentu saja karena anda ingin game ini berjalan bagus kan? Kalau iya maka bantulah pengembangnya dengan memberitahu mereka bagian apa yang perlu dibenahi.

Baik, kita mulai…

Mula-mula anda perlu bergabung dengan komunitas Beta Tester Quizup Android di Google Plus (https://plus.google.com/communities/109253511491386595912). Klik join, tunggu sampai anda diapprove masuk. Setelah anda masuk, anda bisa mendownload Quizup Beta ini dari link rahasia di Play Store. Lalu setelah itu anda bisa langsung memainkannya, mudah kan?

Berikut ini contoh tampilan Quizup Android, diambil dari versi beta 0.9.12

image

Yang namanya versi beta, tentu tidak sempurna (seperti manusia, tidak ada yang sempurna, hoho, nggak nyambung). Sepanjang pengalaman anda main game ini, akan banyak bug yang anda jumpai. Berikut ini contoh bugnya :

image

image

Disinilah anda perlu melaporkan bugnya. Ada dua cara yang gampang untuk melakukannya : 1. Shake HH anda, maka akan muncul pilihan untuk melaporkan bug, atau cara ke 2. Ambil screenshot, kirim ke Google Plus Beta Tester Quizup Android Beta, sebutkan masalah dan merk perangkat anda, biar jelas.

Agak ribet? Mungkin. Tapi dengan jadi tester, anda dapat banyak keuntungan lho sebenarnya :
1. Anda dapat mencoba versi baru aplikasi sebelum orang lain mencobanya
2. Bisa merasakan suka duka membuat aplikasi, mengalami aplikasi yang crash lalu dites lagi setelah diperbaiki. Bikin aplikasi itu susah lho, makanya kalau ada aplikasi yang sering crash  jangan buru-buru kasih rating jelek, beri mereka waktu untuk memperbaiki.
3. Secara tidak langsung, anda ikut berkontribusi terhadap suksesnya aplikasi tersebut.

Sekian dulu ya… Masih akan diupdate kok, tunggu saja

Tinggalkan komentar

Filed under Internet

Antara Merk Lokal dan Prestasi Tim Nasional

Sepanjang pengetahuan saya selama mengamati bulutangkis mulai pertengahan 2012, ada tiga nama besar produsen peralatan bulutangkis : Yonex (Jepang), Victor (Korea Selatan) dan Li Ning (Cina). Bila anda amati, semua pemain Cina pasti menggunakan peralatan bulutangkis buatan Li Ning, mulai dari tas, sepatu, raket hingga wristband. Begitu pula para pemain Korea Selatan yang selalu menggunakan Victor dan Jepang yang pasti bertanding dengan banyak tulisan Yonex mengelilingi pemain Jepang itu.

Bagaimana dengan negara lain ? Setiap negara beda-beda. Namun bisa dibilang bahwa merek paling melegenda di dunia Bulutangkis adalah Yonex. Pemain-pemain dari India, Malaysia, dan Eropa banyak yang bertanding dengan embel-embel Yonex. Indonesia pun sebelumnya sangat identik dengan Yonex, sampai di tahun 2013 ini PBSI mengijinkan para pemain untuk memilih sponsor mereka masing-masing. Jadilah para pemain pelatnas bulutangkis Indonesia bertanding dengan bermacam-macam apparel mulai dari merek global (Yonex, Victor, Li Ning, Reinforce Speed) hingga merek lokal seperti Astec dan Flypower. Bahkan dengan maraknya bongkar pasang di nomor ganda putra dan ganda putri membuat satu pasangan bisa membawa dua merek berbeda.

Kesuksesan Cina merajai bulutangkis dengan merk Li-Ning yang identik dengan pemain papan atas Cina seperti Lin Dan, Chen Long, Li Xuerui, Wang Yihan, Cai Yun, Fu Haifeng, Wang Xiaoli, Yu Yang, Zhao Yunlei, Xu Chen, Ma Jin dll. sepertinya telah menggoda pemain di belahan dunia lain untuk menggunakan Li Ning, di samping Li Ning sendiri berani menggaji besar untuk pemain top suatu negara (kabarnya Simon Santoso dikontrak 1 milyar setahun oleh Li Ning). Permainan cepat dan bertenaga ala Korea Selatan juga membuat makin banyak pemain yang menggunakan merek Victor, disamping Victor ini adalah sponsor dari turnamen bulutangkis dengan hadiah terbesar di dunia yaitu Victor Korea Open Super Series Premier, yang sayangnya mulai tahun 2014 tidak ada lagi. Dan Yonex, merupakan merek sejuta umat, mulai dari sponsor turnamen hingga pemain, membuat Yonex adalah merek yang bisa dilihat dimana-mana.

Sebenarnya Indonesia sendiri juga tidak kalah hebat soal bulutangkis. Malah menurut saya, dua negara terhebat bulutangkis itu kalau tidak Cina, ya Indonesia. Namun sepertinya masih sedikit para pemain yang memilih merek lokal. Sepengetahuan saya, pemain Indonesia level atas yang memakai merek lokal adalah ganda putra Angga Pratama/Rian Agung Saputro (Flypower), Nitya Krishinda Maheswari (ganda putri, sponsor Flypower juga), Belaetrix Manuputti (sponsornya Astec) dll. Biasanya para pemain junior banyak yang memilih merek lokal. Walaupun masih sedikit pemain yang memilih selera lokal soal raket, namun PBSI sendiri punya sponsor yaitu Indofood, perusahaan makanan asal Indonesia yang sudah mendunia, sehingga apabila pemain Indonesia bermain di kancah dunia,dunia bisa melihat merek Indofood yang asli Indonesia. Beberapa negara lain juga mencantumkan produk lokalnya seperti Malaysia yang menggunakan logo MayBank di seragam para pemain Malaysia, SCG di seragam pemain Thailand dll.

Harapan saya, untuk kedepannya di turnamen beregu, mungkin ada baiknya Indonesia menggunakan apparel lokal, daripada menggunakan merek asing (seperti tahun 2013 Indonesia memilih Li Ning sebagai apparel pada turnamen Piala Sudirman 2013 Malaysia). Karena dengan menggunakan merek lokal, dan berprestasi, maka merek lokal juga akan terangkat, bersamaan dengan terkereknya bendera merah putih di tiang tertinggi. Semoga kedepannya makin banyak pemain elite dunia berprestasi asal Indonesia yang berapparel lokal.

Jayalah terus bulutangkis, sepakbola, angkat besi, balap, panahan, semua cabor Indonesia dan negara Indonesia, agar Indonesia dan produk Indonesia makin dikenal di dunia.

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Pemain Pelapis Indonesia Mampu Imbangi Pelapis China di Belanda

Indonesia sukses menempatkan empat wakil di final Dutch Open GP 2013, Almere, dan memastikan satu gelar juara ganda putra. Cina hanya meloloskan satu wakil.

Anggia Shitta Awanda/Della Destiara Haris. Sumber foto : badmintonindonesia.org

Lagi-lagi ini soal pertarungan dua raksasa bulutangkis dunia : Indonesia dan Cina. Pertarungan dua negara ini cukup sengit di tahun 2013, mulai pertarungan para pemain elite di Piala Sudirman 2013 Malaysia, Kejuaraan Dunia 2013 Cina dan di berbagai turnamen Super Series lainnya.

Pada Piala Sudirman, kita kalah tipis 3-2 dari Cina di babak perempat final. Di Singapore Open Super Series 2013, Indonesia pertama kalinya dalam sejarah Super Series menjadi juara umum, di turnamen yang banyak diisi oleh pemain elite dari Cina. Di Kejuaraan Dunia 2013 kita sukses menggondol dua gelar dari Cina, mengakhiri rekor Cina yang selalu sapu bersih semua gelar Kejuaraan Dunia sejak Kejuaraan Dunia 2010. Dan kini, pada episode pertarungan pemain pelapis, Indonesia lagi-lagi mampu mengungguli pemain pelapis Cina. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Badminton

Pergi Jauh Hanya Untuk Kalah ?

 

Sering saya menyaksikan, banyak pemain dari satu negara datang ke negara lain untuk mengikuti pertandingan bulutangkis, entah itu level SSP, SS atau GPG. Namun terkadang, pemain-pemain dari negara jauh itu seperti kalah di babak pertama. Hal yang kadang saya tanyakan dalam hati, apakah pemain-pemain dari negara jauh ini pergi jauh-jauh hanya untuk kalah di babak-babak awal ? Tentu saja, tidak ada orang yang ingin kalah. Setiap atlet pasti berusaha menampilkan permainan terbaik mereka. Namun sekali lagi, apakah mereka datang hanya untuk kalah ?

Bila ada orang yang sudah berusaha begitu keras, mengapa mereka masih saja kalah ? Bahkan setelah mereka berjuang dengan sangat keras pun, mereka tetap saja kalah ? Terkadang kasihan juga.

Mengapa orang yang sudah berusaha keras, terkadang tetap kalah ? Bukankah kita berusaha untuk berhasil ? Apakah kita akan pergi jauh hanya untuk kembali ke tempat asal kita dengan kekalahan ?

Semoga tidak. Semoga usaha keras dan perjalanan jauh kita berbuah hasil yang bagus dan pantas.

Tinggalkan komentar

Filed under Diary

7 Bulan Jelang Thomas Cup 2014, Tunggal Putra dan Ganda Putra Pastikan Gelar Juara Indonesia Open GPG 2013 Yogyakarta

Perjuangan calon tim Thomas Cup 2014 di Yogyakarta membuahkan gelar juara. Konsistensi akan terus diuji hingga tujuh bulan mendatang. Dengan kekuatan saat ini, Indonesia punya sedikit harapan menjuarai Thomas Cup 2014 Hyderabad, India.

Gambar

Simon Santoso. badmintonindonesia.org

Gambar

Sony Dwi Kuncoro. badmintonindonesia.org

Gambar

Tommy Sugiarto. badmintonindonesia.org

Gambar

Hayom Rumbaka. badmintonindonesia.org

Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Badminton

Melaju ke Perempat Final, Febe Akhiri Catatan Jelek

Setelah tiga tahun tidak pernah mengayunkan raket di perempat final, akhirnya hari ini Febe berhasil pecah telur. Lawan senegara dan seklub menanti.

antarafoto-1273756801-

GOR Amongraga di Provinsi DIY tempat dilangsungkannya turnamen Indonesia Open Grand Prix Gold menjadi saksi kebangkitan Maria Febe Kusumastuti. Mbak Tutik, panggilan Febe, sukses melaju ke perempat-final, yang tidak pernah dicicipinya dalam tiga tahun, setelah sukses mengalahkan ratu bulutangkis Singapura Juan Gu dalam pertandingan tiga set 11-21 21-16 21-16. Kemenangan Febe tentu saja membuat heboh para penggemar bulutangkis Indonesia, pasalnya para penggemar sudah lama tidak melihat sang miss R1/R2 mengayunkan raket di babak perempat final. Bahkan di sebuh forum diskusi bulutangkis.com, thread tentang keberhasilan Febe menembus QF langsung dibuat. Mari kita lihat seberapa jauh lagi Febe bisa melangkah di turnamen ini. Di babak perempat final, Febe akan bertemu salah satu ratu sirnas Febby Angguni yang juga rekan seklubnya di PB Djarum.

Bila lolos ke semifinal, selain posisi Febe di pelatnas jadi lebih aman dari degradasi (asalkan minggu depan di London Febe bisa tetap konsisten minimal tembus di perempat final, dan juga di rangkaian turnamen di tahun 2013 yang akan selesai dua bulan lagi), Febe berpeluang bertemu dengan pemain ratu bulutangkis Indonesia saat ini Lindaweni Fanetri, asalkan Linda bisa mengalahkan sang pembunuh raksasa Cina bernama Yao Xue. Ayo Febe !

Rising Star Indonesia di Yogyakarta

Di saat senior kalah, yang junior menang. Banyak pemain junior yang sukses melaju ke perempat final usai mengalahkan senior mereka, baik senior pelatnas maupun senior dari negara lain. Sebut saja di nomor ganda campuran, juara Kejuaraan Dunia Junior Gloria Emanuelle Widjaja dan Edi Subaktiar yang sukses mengalahkan senior mereka Muhammad Rijal/Debby Susanto yang saat ini menduduki peringkat 6 BWF. Ada juga dari nomor ganda putri yaitu Melati Daeva/Rosyita Eka yang juga mengalahkan senior mereka di pelatnas Suci Rizki/Jenna Gozali. Lalu di nomor tunggal putri ada Hanna Ramadhini, dan ada pula Jonathan Christie di nomor tunggal putra.

Berhasil mencapai perempat final di turnamen level Grand Prix Gold punya pengaruh positif bagi ranking dan pengalaman pemain muda, karena dengan ranking yang lebih tinggi dan pengalaman yang lebih banyak, para pemain muda ini akan lebih mudah untuk masuk dan berprestasi di turnamen kelas atas seperti Grand Prix Gold, Super Series dan Super Series Premier. Selain itu, pemain seperti ini tentu akan lebih dipercaya oleh PBSI untuk bermain di turnamen-turnamen besar, yang akan membuat mereka jadi lebih cepat berkembang.

Tinggalkan komentar

Filed under Badminton