Akankah Reformasi 1998 Terulang ?

Harga BBM kembali naik di awal tahun 2008 ini setelah sebelumnya pernah naik di Oktober 2005. Harga BBM kini mencapai Rp 6000/liter.

Kenaikan BBM kali ini dirasa sangat memberatkan rakyat Indonesia. Bagaimana tidak ? Sejak awal tahun 2008, harga sembako terus melambung. Angka inflasi terus meningkat setiap bulannya (bahkan kini mencapai 10%). Kenaikan BBM juga merupakan nomor 4 di chart fakta tak menyenangkan pasca reformasi di METRO10.

Perpecahan mulai terlihat di sana-sini. Lihat saja berita di TV-TV, dimana-mana banyak sekali demonstrasi terjadi. Yang menarik dari demonstrasi yang dilakukan mahasiswa UIN di Makassar, mereka memperagakan mayat SBY-JK sebagai tanda matinya pemerintahan SBY-JK. Sebagai akhir unjuk rasa, mereka membakar replika mayat itu.

Perdebatan para ahli politik banyak disiarkan di stasiun TV, terutama Metro TV. Yang saya dengar, pemerintah berencana menjual beberapa BUMN (salah satunya adalah PDAM !). Segila apapun pemerintah, mereka seharusnya tidak menjual BUMN !

Bahkan ada juga saling tuding-menuding. Jusuf Kalla berpendapat bahwa para pendemo akan mendukung kaum kaya jika BBM tidak naik. Kepala BIN bahkan menuding ada pihak-pihak yang memanas-manasi para demonstran untuk menuntut BBM tidak naik.

Bagi kalian-kalian yang hidup pada masa reformasi 1998, keadaan ini persis sama. Pada tahun 1998, harga BBM dan listrik juga naik. Harga sembako dan inflasi juga naik. Dialog-dialog di TV banyak bermunculan. Ironisnya, masalah-masalah serupa terjadi pada saat 10 tahun reformasi. Yang saya takutkan, apakah peristiwa reformasi akan terulang ? Demonstrasi berdarah di masa lalu yang selama ini coba kita lupakan, apakah akan terulang lagi ? Demonstrasi mahasiswa yang menuntut MPR untuk segera memberhentikan presiden Soeharto apakah akan terjadi pada 21 Mei 2008 nanti ?

Jujur saja, kita semua tidak pernah menginginkan hal yang sama terjadi pada Mei 2008 ini. Peristiwa bulan Mei 2008 10 tahun lalu adalah kenangan pahit yang coba kita lupakan. Semoga demonstrasi yang dilakukan saat ini tidak berubah menjadi demoncrazy. Unjuk rasa harus teratur. Masa depan Indonesia harus lebih baik ! Masa 100 tahun kebangkitan Indonesia diisi dengan demonstrasi berdarah ?

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Opini, Reformasi

Silahkan berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s