Perbedaan "Syukur" dan "Sukur"

Ingat kembali pelajaran bahasa Indonesia SMP, pada bagian yang homo-homo (bukan gay). Ada yang disebut homograf, yang tulisannya sama Ada yang disebut homofon, yang bunyinya sama. Bicara tentang homofon, tahu ‘kan kata “syukur” dan “sukur” ?

Saya beri contoh supaya anda mudah mengerti. Suatu hari, ada dua orang murid SMA sedang ngobrol di depan kantor guru. (Nama bukan sebenarnya !)

Andre : Ndra, nilai biologimu tuntas nggak ?
Indra : Alhamdulillah tuntas. Syukurlah.

Kemudian Farid yang lewat di samping mereka terpeleset karena tempat itu banyak lumutnya.
Farid : Duh, sakit banget !
Levi : Hahaha, sukur !

Ngerti ‘kan cerita di atas ? Kata “syukur” dan “sukur” masuk homofon, karena pengucapannya sama, dan arti serta penulisannya berbeda. “Syukur” bisa diartikan sebagai “Alhamdulillah”, sedangkan “sukur” bisa diartikan sebagai “Rasain lo !”. Kata “syukur” diucapkan karena bermaksud men-syukuri, sedangkan “sukur” untuk men-sialkan seseorang.

Ada tanggapan, kebingungan, masukan ? Silakan beri komentar.

Iklan

2 Komentar

Filed under Bahasa, Santai

2 responses to “Perbedaan "Syukur" dan "Sukur"

  1. oke broo
    aku ngerti kok..
    insyallah
    hehehehehehe

  2. jadi teringat pelajaran smp

Silahkan berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s