17 Agustus 1945 : Past and Now

*Sesungguhnya, kerja keras kita membangun Indonesia dan mempertahankan kemerdekaan, adalah sumber energi terbesar bagi Indonesia*

Besok, pukul 10 pagi, kita tepat merayakan 64 tahun kemerdekaan Indonesia dari bangsa-bangsa penjajah. Meskipun ada banyak serangan-serangan yang dilancarkan orang-orang Belanda pada tahun 1947-1949, semangat mempertahankan kemerdekaan menjadi salah satu alasan mengapa kita tetap merdeka hingga saat ini.

Upacara 17 Agustus, sebenarnya dilakukan untuk mengingatkan lagi tentang perjuangan orang-orang Indonesia terdahulu, untuk mengingatkan anak-anak muda saat ini, bahwa merekalah, merekalah yang akan meneruskan tugas mulia para pahlawan.

Sebelum kita masuk tanggal 17 Agustus 2009, mari kita berhenti sejenak dan renungkan apa yang sudah terjadi di Indonesia dulu dan sekarang, berdasarkan pengamatan saya :

Dulu, bersatu kita teguh bercerai kita runtuh
Sekarang, dimana-mana kita bercerai
Banyak yang jadi cuek, tanda persatuan mulai robek

Dulu, anak muda semangat nasionalismenya tinggi
Sekarang, biasa-biasa aja tuh

Dulu, kita sangat semangat mengisi kemerdekaan
Sekarang, kita malah loyo, kehilangan tenaga

Dulu, bangsa sendiri dipuja-puja setinggi langit
Sekarang, bangsa sendiri dicaci-maki, bangsa lain yang dipuja setinggi langit

Dulu, kita adalah bangsa yang mandiri
Sekarang, kita manja

Dulu, semua orang ingat dengan Pancasila dan Indonesia Raya
Sekarang, banyak kenal saja tidak

Dulu, dari Sabang sampai Merauke tetap Indonesia
Sekarang, ada OPM, ada RMS

Dulu, kita berdikari
Sekarang, berdikalin (berdiri di atas kaki yang lain)

Dulu, budaya sendiri dipertahankan
Sekarang, budaya asing dipuja-puja

Bung Karno, Bung Hatta, Jendral Sudirman, Diponegoro menangis, melihat kita…

Kita tidak perlu mencari siapa orang lain yang bersalah. Tidak perlu menyalahkan orang lain. Walau kita sendiri tidak bersalah, kita punya kewajiban untuk membantu merubah Indonesia ke arah yang lebih baik.

Dengan semangat 17 Agustus 2009, jadikan Indonesia baru, seperti yang ada di puisi ini :

Dulu, bersatu kita teguh bercerai kita runtuh
Sekarang, kita semakin bersatu

Dulu, anak muda semangat nasionalismenya tinggi
Sekarang, lebih tinggi

Dulu, kita sangat semangat mengisi kemerdekaan
Sekarang, lebih semangat

Dulu, kita adalah bangsa yang mandiri
Sekarang, kita bangsa yang menguasai dunia karena mandiri

Dulu, semua orang ingat dengan Pancasila dan Indonesia Raya
Sekarang, semua orang kenal dan tahu serta ingat

Dulu, dari Sabang sampai Merauke tetap Indonesia
Sekarang, tetap satu negara, Indonesia !

Dulu, kita berdikari
Sekarang, tetap berdikari

Dulu, budaya sendiri dipertahankan
Sekarang, budaya sendiri dipertahankan

Bung Karno, Bung Hatta, Jendral Sudirman, Diponegoro kini tersenyum, melihat kita…

SELAMAT ULANG TAHUN, INDONESIA TERCINTA, AKU SELALU MENCINTAIMU. MESKIPUN KAMU SUDAH 64 TAHUN, RASA CINTAMU TIDAK PERNAH BERKURANG PADA KAMI, TAPI JUSTRU KAMILAH YANG MULAI MENINGGALKANMU…

MAAFKAN KAMI, INDONESIA, KAMI BERJANJI UNTUK MEMBUATMU BANGKIT…

Iklan

4 Komentar

Filed under indonesia

4 responses to “17 Agustus 1945 : Past and Now

  1. saya rasa itu keingin kita semua agar Indonesia Menjadi lebih maju

  2. wah, nasionalisme banget nih..
    merdeka bang!!

  3. Wah, sangat bagus sekali. Memberikan banyak inspirasi. Salam kenal yah 🙂

Silahkan berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s