Dipidana Oleh Tuhan

Tuhan itu Maha Adil lho, beneran

Saya dapat ide menulis cerita ini saat makan siang kemarin. Saat itu setelah makan siang, saya dan teman-teman bersiap untuk menunaikan ibadah sholat Ashar. Ketika itu kami lewat di dekat gerobak bakso kojek (bakso dengan pentol kecil-kecil, biasanya ditarik oleh sepeda/motor) . Teman saya mau beli pangsitnya (ya ampun, sudah makan mau ngemil lagi ._.). Lalu terjadilah dialog berikut ini L:

Teman 1 : Ini tukang baksonya mana ya ?
Saya : Lagi sholat mungkin. Masa kamu mau ngemil lagi ?
Teman 1 : Ini lho, tempat nyimpen pangsitnya terbuka
Saya : Udah, jangan diambil, ntar kualat lho.

Lantas saya teringat dengan pengalaman teman saya. Beberapa bulan lalu, dia diamanahkan untuk menyimpan sekardus air minum. Yang menitipi amanah itu adalah sebuah kelompok kegiatan yang tempat aktivitasnya kebetulan berdekatan dengan tempat dia tinggal. Suatu hari, dia mengambil beberapa gelas air minum itu, dan dia langsung diare. Itu cerita beberapa bulan yang lalu. Ketika saya berkesempatan mampir ke tempatnya, saya mendengar cerita itu. Dan saya mengecek tanggal kadaluarsa air minum itu, ternyata kadaluarsanya masih 2013 ! Dan kejadian itu terjadi sekitar 2011 !

Ada juga cerita lain. Kejadiannya waktu saya masih SMA. Ada tiga orang teman saya, sebut saja namanya A, B, dan D . Mereka jajan di kantin sekolah, tapi mereka nggak jujur waktu mbayar makanannya. Mereka ambil 3 piring, mereka cuma bilang makan 1 piring. Mereka ambil lauk yang agak mahal, pas mbayar bilangnya cuma ambil lauk yang murah. Mereka minumnya nambah, bilangnya cuma minum segelas.

Walhasil, Tuhan pun membalas kejahilan mereka itu. Ada yang diare, ada yang gatal-gatal, bahkan ada yang hampir kecelakaan. Subhanallah, Tuhan itu tidak tidur, dan dia Maha Adil. Karena itu rek, sebisa mungkin jangan sia-siakan amanah yang diberikan kepada kita.

Sebagai penutup, teman saya yang lain (sebut saja Teman 2) mengomentari cerita saya dengan, “Itu namanya dipidana oleh Tuhan”

Tuhan itu Maha Baik, selalu menginginkan yang terbaik untuk hamba-Nya, maka ia akan membimbing hamba-Nya dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan yang saya ceritakan di atas.

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Diary, Islam

Silahkan berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s