Walau Bermanfaat, Alkohol Juga Membahayakan Jantung

Tulisan ini dulunya aku buat untuk ujian E-Exam . Daripada menganggur, aku upload saja tulisan ini di blog ini, supaya lebih berguna. Silahkan membaca 🙂

WALAU BERMANFAAT, ALKOHOL JUGA MEMBAHAYAKAN JANTUNG

Alkohol adalah salah satu minuman yang banyak dikonsumsi oleh manusia di seluruh dunia, utamanya oleh di kawasan Eropa dan Amerika Serikat. Survei yang dilakukan di 21 negara Eropa menunjukkan bahwa anak-anak muda di Eropa mempunyai kecenderungan untuk mengkonsumsi alkohol setidaknya sekali dalam 30 hari terakhir (U.S Department of Justice, 2003).

Jumlah alkohol yang diminum diukur dengan satuan unit. Ada beberapa definisi untuk satu unit alkohol : 100 mL untuk wine, 300mL untuk bir dan 25 mL untuk spiritus. Para pria sebaiknya tidak meminum lebih dari 3-4 unit alkohol dalam sehari, dan pada wanita 1-2 unit (British Heart Foundation, no year). Meminum alkohol lebih dari 210 gram per minggu pada pria dan 140 gram per minggu pada wanita diklasifikasikan sebagai meminum alkohol dalam jumlah banyak (Heavy Drink) (Ken Flegel et. al, 2011).

Dalam hubungannya dengan jantung dan kesehatan, alkohol membawa dua sisi : manfaat dan penyakit. Konsumsi alkohol dalam jumlah sedikit hingga sedang diasosiasikan dengan menurunnya tingkat kematian dan resiko penyakit kardiovaskuler (Michael S. Lauer and Paul Sorlie, 2009). Sebuah studi meta analisis menemukan bahwa konsumsi alkohol hingga 2 unit per hari dapat menyebabkan perubahan di level molekuler yang menurunkan resiko penyakit jantung sekaligus meningkatkan jumlah molekul yang mampu meningkatkan kesehatan jantung (Kenneth J. Mukammal and Eric B. Rimm, 2001). Konsumsi alkohol sejumlah satu hingga dua unit dalam sehari dapat memberikan perlindungan kepada jantung dari resiko penyakit jantung koroner sebanyak 30 hingga 50% (Thomas A. Pearson, 1996), terutama pada laki-laki dengan umur diatas 40 tahun dan wanita yang telah memasuki masa menopause. Namun demikian, bila sebelumnya anda tidak meminum alkohol, jangan sampai meminumnya ! Karena tidak minum alkohol sama sekali adalah cara yang terbaik untuk menjaga kesehatan (British Heart Foundation, no year).

Namun, alkohol adalah penyebab penyakit secara global terbesar ketiga di dunia, dan diperkirakan menjadi penyebab dari 3.8% dari total kematian di seluruh dunia (Ken Flegel, 2011). Konsumsi alkohol berhubungan secara kasual dengan 100 macam penyakit dan kondisi dan ditemukan sebagai faktor resiko paling penting dalam beban penyakit di seluruh dunia, terutama di negara berkembang. Salah satu penyakit penting yang berhubungan erat dengan konsumsi alkohol adalah IHD (Ischemic Heart Disease), yang menjadi penyebab utama kematian di banyak negara (Michael Roerecke and Jurgen Rehm, 2010). Dalam penelitian lain disebutkan, bahwa konsumsi alkohol dalam jumlah banyak (Heavy Alcohol Consumption) meningkatkan resiko hipertensi, yang merupakan faktor kuat pemicu Cardiovascuar Disease (CVD) (Joline et. al, 2007).

Meminum alkohol dalam jumlah banyak dikaitkan dengan meningkatnya resiko penyakit gagal jantung. Pasien alkoholik (pecandu alkohol) yang mengkonsumsi lebih dari 90 gram alkohol (sekitar 7-8 kali dosis standar harian) setiap hari selama lebih dari 5 tahun beresiko terkena Alcoholic Cardiomyopathy (yang juga sering disebut Alcoholic Heart Muscle Disease atau AHMD), yaitu pelemahan otot jantung yang disebabkan oleh alkohol. Alcoholic Cardiomyopathy adalah penyebab utama Dilated Cardiomyopathy, sebuah kondisi dimana jantung menjadi lemah dan membesar sehingga tidak dapat memompa darah sebagaimana mestinya , yang pada stadium lanjut dapat menyebabkan gagal jantung. 3.8 % dari total kasus Cardiomyopathic disebabkan oleh ACM (Mariann R. Piano, 2001). Gagal jantung adalah penyebab utama mengapa para lansia harus dirawat di rumah sakit. 1 dari 5 (sekitar 20%) orang dewasa dengan umur diatas 40 tahun akan mengalami gagal jantung. Selain itu penggunaan alkohol dalam jumlah banyak juga berhubungan dengan kasus disfungsi ventrikular (Luc Djousse and J. Michael Gaziano, 2006).

Search Engine

www.google.com

scholar.google.co.id

www.cmaj.org

www.yahoo.com

http://www.bing.com

Keywords :

Alcohol

Alcoholic

Alcoholism

Heart Disease

Cardiomyopathy

Alcoholic Cardiomyopathy

Ventricular Disfunction

Cardiovascular Disease

Coronary Heart Disease

Reference :

Djousse, Luc et. al. 2006. Alcohol Consumption and Risk of Heart Failure in the Physicians’ Health Study I. American Heart Association Journal. [Online]. 115. Page 34-39. Diakses dari : http://circ.ahajournals.org/content/115/1/34.full . [Diakses pada 28 Oktober 2011].

Roerecke, Michael et. al. 2009. Irregular Heavy Drinking Occasions and Risk of Ischemic Heart Disease: A Systematic Review and Meta-Analysis. American Journal of Epidemiology. [Online]. 171 (6). Page 633-644. Diakses dari : http://aje.oxfordjournals.org/content/171/6/633.full . [Diakses pada 28 Oktober 2011].

British Heart Foundation. .Alcohol and heart disease. [online]. Diakses dari : http://www.bhf.org.uk/heart-health/prevention/healthy-eating/alcohol.aspx. [Diakses pada 28 Oktober 2011].

Mukammal J., Kenneth et. al. 2001. Alcohol’s Effects on the Risk for Coronary Heart Disease. [online]. Diakses dari : http://pubs.niaaa.nih.gov/publications/arh25-4/255-261.htm . [Diakses pada 28 Oktober 2011].

Beulens W.J., Joline et. al. 2007. Alcohol Consumption and Risk for Coronary Heart Disease among Men with Hypertension. American College of Physicians. [Online].  Vol 146 no. 1 . Page 10-19. http://www.annals.org/content/146/1/10.full . [Diakses pada 28 Oktober 2011].

Flegel, Ken et. al. 2011. Binge drinking: all too prevalent and hazardous. Canadian Medical Association Journal. [Online]. Vol. 183 no.4 . http://www.cmaj.ca/content/183/4/411.full?sid=ef5287a6-1944-4277-aab4-bfb15c22e678 . [Diakses pada 28 Oktober 2011].

Piano R., Mariann. 2001. Alcoholic Cardiomyopathy– Incidence, Clinical Characteristics, and Pathophysiology. Chest. [Online]. Vol. 121 no. 5. Page 1638 – 1650. http://chestjournal.chestpubs.org/content/121/5/1638.full . [Diakses pada 28 Oktober 2011].

U.S. Department of Justice. 2003. Youth Drinking Rates and Problems: A Comparison of European Countries and the United States. [online]. Diakses dari : http://www.udetc.org/documents/CompareDrinkRate.pdf . [Diakses pada 28 Oktober 2011].

Lauer S., Michael. 2009. Alcohol, Cardiovascular Disease, and Cancer: Treat With Caution. Journal National Cancer Institute of The National Cancer Institute. [Online]. 101 (5). Page 282-283. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2650712/ . [Diakses pada 28 Oktober 2011].

Pearson A., Thomas. 1996. Alcohol and Heart Disease. American Heart Association Journal. [Online]. 94. Page 3023-3025.http://circ.ahajournals.org/content/94/11/3023.full . [Diakses pada 28 Oktober 2011].

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Diary, Fakultas Kedokteran

Silahkan berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s