Tiada Badai Tiada Topan Kau Temui Di Indonesia

Bukan lautan, hanya kolam susu

Kail dan jala cukup menghidupimu

Tiada badai tiada topan kau temui

Ikan dan udang datang menghampirimu

Saya dapat ide menulis artikel ini setelah membaca di berbagai media internet, kalau Amerika Serikat dan beberapa negara di Amerika Tengah bersiap menghadapi ancaman topan ganas yang dinamakan Topan Sandy. Topan ini sudah merenggut nyawa puluhan orang saat menghantam Kuba. Dan ketika topan ini hendak menuju kawasan pantai timur Amerika Serikat, keadaan siaga segera diumumkan.

Walikota New York, Michael Bloomberg segera mengumumkan keadaan siaga. Kereta komuter dan transportasi umum akan dihentikan bila topan ini menuju New York, karena dikhawatirkan akan terjadi korban jiwa besar. Memang, kawasan pantai timur Amerika Serikat adalah yang akan dituju oleh topan berkecepatan hingga 175 km/jam ini, dan New York adalah salah satu negara bagian yang berada di kawasan timur Amerika Serikat. Belum lagi dampak ekonomi yang diakibatkan oleh serangan topan ini. Ketika badai Katrina menyerbu Amerikas Serikat pada tahun 2005, perekonomian Amerika Serikat sempat memburuk di triwulan saat badai Katrina menyerang, karena sejumlah aktivitas perdagangan dan pekerjaan tidak bisa dilakukan. Apalagi wilayah yang kemungkinan akan terkena dampak topan Sandy mencapai seperempat wilayah Amerika Serikat, dengan lebih dari 10 juta penduduk terkena dampak langsung. Bahkan, jadwal kampanye presiden Obama dan Mitt Romney pun terpaksa direvisi karena topan Sandy, bukti bahwa alam yang dikendalikan Tuhan tidak bisa diatur oleh manusia, bahkan oleh presiden Amerika Serikat sekalipun.

Saya bersyukur, di Indonesia kondisi topan seperti ini tidak terjadi. Memang, ada beberapa kejadian angin ribut, tapi tidak ada topan yang setiap tahun sudah ‘dijadwal’ untuk menyerang berbagai kawasan Amerika Serikat. Menurut informasi yang saya baca di buku dan lihat di TV, topan (atau tornado ?) terjadi bila ada massa udara besar bersuhu panas dan dingin bertabrakan. Hal ini akan menimbulkan pusaran udara besar yang akan bergerak, dan sangat merusak. Di Amerika Serikat dan Amerika Tengah (utamanya kepulauan Karibia), sangat rawan terkena bencana ini. Di kawasan ini, topan bisa terjadi karena pertemuan udara hangat di kawasan Teluk Meksiko dan udara dingin yang berhembus dari Rocky Mountain.

Karena itu di Amerika Serikat, gedung-gedung dirancang tahan angin. Di Hong Kong, gedung-gedung pencakar langit juga didesain tahan goncangan angin, dengan rata-rata pergeseran puncak gedung akibat angin maksimal 5 cm (lihat dari film Perfect Disaster MetroTV, acara TV yang menjelaskan proses terjadinya bencana besar).

Alhamdulillah, di Indonesia tidak ada bencana seperti ini, karena baik laut dan gunung tinggi semua terletak di daerah tropis yang suhunya hangat, sehingga peluang terjadinya tabrakan massa udara besar dengan suhu berbeda kecil. Harusnya bertambah lagi rasa syukur kita pada Allah karena kita tinggal di Indonesia.

Namun yang namanya ‘Badai’ kehidupan tetap ada lho

Iklan

1 Komentar

Filed under Berita, Diary

One response to “Tiada Badai Tiada Topan Kau Temui Di Indonesia

  1. Alhamdulillah tinggal di Indonesia, surganya dunia

Silahkan berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s