Perlunya Bahasa Daerah Bagi Dokter dan Tenaga Kesehatan

Sebelumnya, saya memohon maaf kalau dalam artikel ada hal-hal yang kurang berkenan bagi pembaca. Sekali lagi saya mohon maaf dan selamat membaca.

Saya baru saja kembali dari desa Randuputih, kecamatan Dringu, kabupaten Probolinggo untuk menjalani bakti sosial angkatan bersama teman-teman se-fakultas Kedokteran. Bagi saya, ini adalah pengalaman yang amat sangat menarik, karena saya belajar banyak hal bagaimana kenyataan sesungguhnya di lapangan, bagaimana caranya berinteraksi dengan orang lain, kekompakan dan lain-lain. Dan ada satu hal yang sangat menarik dari acara baksos angkatan fakultas saya ini, yaitu bahasa Madura.

Di desa tempat saya melaksanakan baksos, mayoritas orang berbahasa Madura. Dimana-mana, mulai dari anak-anak lima tahun sampai yang sudah tua, berbahasa Madura. Karena saya berasal dari Jawa Tengah dan di daerah asal saya sangat jarang ada orang Madura atau yang berbahasa Madura, sehingga bahasa daerah yang saya kuasai hanya bahasa Jawa, jadinya saya tidak paham 95% percakapan mereka. Untungnya, di dusun tempat saya tinggal hampir semua orang juga bisa berbahasa Indonesia, jadi komunikasi tidak terlalu jadi kendala.

Puncaknya, pada hari Sabtu saat pengobatan gratis, saat orang-orang datang ke balai desa untuk mendapatkan pengobatan, disinilah saya merasa agak kesulitan, karena saya tidak bisa berbahasa Madura. Tidak hanya saya yang merasa kesulitan, beberapa teman saya juga merasa kesulitan. Untungnya kami mempunyai teman-teman yang bisa berbahasa Madura dan panitia memberi mereka tugas khusus : sebagai translator, terutama saat dokter melakukan anamnesa (wawancara untuk mengerti penyakit pasien), teman-teman kami menerjemahkan untuk dokter, dan saat menjelaskan cara pemakaian obat, kepada beberapa warga yang datang berobat yang hampir-hampir tidak paham bahasa Indonesia. Dari teman-teman berbahasa Madura ini juga kami belajar sedikit-sedikit tentang bahasa Madura, setidaknya pada hari Sabtu itu saya bisa sedikit berbahasa Madura, setidaknya untuk menjelaskan kepada warga yang datang berobat bagaimana aturan meminum obat itu, berapa kali obat itu diminum dalam sehari, apakah pagi, siang, atau sore, dan apakah obat itu harus diminum sesudah atau setelah makan. Indikasi pemakaian obat memang sudah tercantum, kami menjelaskan lagi supaya para warga benar-benar paham.

Ada juga pengalaman menarik. Sebelumnya pada hari Jum’at, ketika saya dan beberapa teman menjadi pembina kelompok Rumah Pintar, disini kami saling bertukar ilmu dengan para siswa kelas 5 dan 6 SD Randuputih 1. Sembari kami mengajarkan kepada mereka cara membuat batik jumputan, mereka mengajarkan kami sedikit bahasa Madura. Menarik sekali.

Yang ini juga seru. Sebelum ini, kami juga pernah mengadakan baksos di daerah Pacar Keling, Surabaya. Saat teman saya hendak menensi seorang pasien, karena pasiennya berbicara dalam bahasa Jawa, dan teman saya yang menensi itu tidak bisa bahasa Jawa, saya bersama teman-teman lain ramai-ramai ikut menjadi penerjemah.

Jadi, menurut saya, bahasa Inggris, bahasa Indonesia dan bahasa daerah sama-sama penting buat dokter dan tenaga kesehatan lainnya. Kalau bahasa Inggris kita gunakan untuk belajar, maka bahasa Indonesia dan bahasa daerah kita pakai untuk berkomunikasi dengan orang lain. Memang, kalau kita tidak bisa berbahasa daerah, atau tidak menguasai dan takut terucap kata yang dianggap kasar dan bisa membuat tersinggung, kita bisa berbahasa Indonesia. Setidaknya, kalau kita mengerti sedikit bahasa daerah, kita bisa memahami apa yang dikatakan walau kita mungkin belum bisa ngomong. Karena mendengar dan berbicara itu dua keterampilan bahasa yang berbeda. Paling nggak komunikasi bisa lebih lancar lah.

Kalau sampeyan kuliah di Fakultas Kedokteran di Jawa Timur, maka bahasa Jawa dan bahasa Madura menjadi penting. Itu ceritaku, bagaimana ceritamu ?

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Kuliah

Silahkan berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s