Mari Kita Hormati Mereka Yang Belum Diterima

Sekali lagi, mohon maaf bila ada yang tidak berkenan dengan tulisan saya…

Sore hari ini adalah hari yang paling ditunggu oleh dua macam pihak, yang pertama adalah yang umat Islam yang menunggu hasil sidang isbat Kemenag untuk menentukan tanggal 1 Ramadhan (hasilnya 1 Ramadhan jatuh pada 10 Juli 2013, alhamdulillah) , yang lainnya adalah para siswa SMA yang mengikuti SBMPTN dan sedang menunggu pengumumannya mulai tanggal 17.00 WIB.

Yang namanya tes, kemungkinannya cuma dua : lulus atau tidak lulus. Bagi kita yang diterima di SBMPTN tentu saja kita sangat senang, dan bersyukur. Yang belum diterima, tentu perasaannya campur aduk tak menentu. Namun itulah hidup.

Yang ingin saya tekankan disini, adalah mari kita hormati mereka yang belum diterima, dengan tidak menulis status di FB, twitter dan varian-variannya. Saya tidak melarang sampeyan-sampeyan yang diterima untuk merayakannya, silahkan, rayakan dengan keluarga, rayakan dengan Tuhan dengan sujud syukur dan berdoa, rayakan dengan berniat agar ibadah puasa kali ini lebih baik. Lagipula mengungkapkan rasa syukur itu tidak harus lewat status FB ‘kan ? Mengungkapkan rasa syukur lewat doa itu lebih baik, berpahala lagi.

Tahun 2011, saya juga mengalami hari seperti ini, pengumuman SNMPTN Tulis. Bagi saya yang bahkan tidak diperkenankan untuk mengikuti SNMPTN Undangan 2011 karena ranking saya yang berada di luar 20 besar, tentu saja saya sangat menantikan pengumuman itu, karena pengumuman itu yang menentukan apakah saya bisa kuliah atau tidak. Alhamdulillah, Allah menjawab doa saya pada tahun 2011. Allah memasukkan saya ke Fakultas Kedokteran.

Apakah yang saya lakukan saat itu ? Saya langsung sujud syukur, dan memeluk kedua orang tua dan adik saya yang selalu mendukung dan mendoakan saya. Dan saya langsung berniat tidak menceritakan keajaiban Allah yang memasukkan saya ke Fakultas Kedokteran ke teman-teman saya di Facebook maupun di Twitter, karena saya menghormati mereka dan menjaga perasaan mereka yang belum diterima. Saya tidak mau menambah kesedihan mereka yang belum diterima dengan menulis status riang gembira yang bisa membuat teman-teman saya menjadi tambah sedih. Itu saja.

Benar memang, suka-suka kita untuk “merayakan” di Facebook atau Twitter, namun menghormati mereka yang belum diterima juga tidak salah ‘kan ?

Buat yang belum diterima, tetap semangat ! Bagi yang belum diterima dan akan mengikuti tes lagi, semoga sukses dan kali ini diterima ! Tetap jaga mental kalian, jangan menyerah dan teruslah bertarung !

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under SNMPTN

Silahkan berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s