Category Archives: Bahasa

Bila Alay Beraksi, Huruf-huruf Akan Berkurang (Kopas Dari Facebook)

Selewat aja. Gak usah dianggap serius, buat ketawa-ketawa dan senyam-senyum aja 🙂 #whysoserious

copy paste dari grup lain….:

Huruf Abjad Indonesia akan dikurangkan menjadi 12 huruf saja

——————————————————————————–

LIPI (Lembaga Ilmu Penyederhanaan Indonesia) akan memformulakan aturan baru dlm penggunaan bahasa Indonesia.

Salah satunya adlh mengurangi jumlah abjad pd bahasa Indonesia.

Abjad yg digunakan saat ini berjumlah 26. Para pakar Komunikasi merasa Ke-26 abjad tsb msh terlalu banyak, lagipula ada bbrp abjad yg jarang digunakan.

Baca lebih lanjut

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Bahasa, indonesia, Santai

Cara Menjajal Facebook Dalam Bahasa Jawa

Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh. Semoga kita semua selalu diliputi rahmat, ampunan dan hidayah Allah.

Pasti sudah pada dengar kan kalau Facebook punya versi bahasa Jawa. Ya, pengguna Facebook yang bisa berbahasa Jawa, tentu menanti fitur ini, termasuk saya yang biasanya menggunakan Facebook bahasa Belanda pun juga menanti-nanti fitur ini. Baca lebih lanjut

7 Komentar

Filed under Bahasa, Facebook, indonesia, Internet, Komputer, Nasionalisme

Perbedaan "Syukur" dan "Sukur"

Ingat kembali pelajaran bahasa Indonesia SMP, pada bagian yang homo-homo (bukan gay). Ada yang disebut homograf, yang tulisannya sama Ada yang disebut homofon, yang bunyinya sama. Bicara tentang homofon, tahu ‘kan kata “syukur” dan “sukur” ?

Saya beri contoh supaya anda mudah mengerti. Suatu hari, ada dua orang murid SMA sedang ngobrol di depan kantor guru. (Nama bukan sebenarnya !)

Andre : Ndra, nilai biologimu tuntas nggak ?
Indra : Alhamdulillah tuntas. Syukurlah.

Kemudian Farid yang lewat di samping mereka terpeleset karena tempat itu banyak lumutnya.
Farid : Duh, sakit banget !
Levi : Hahaha, sukur !

Ngerti ‘kan cerita di atas ? Kata “syukur” dan “sukur” masuk homofon, karena pengucapannya sama, dan arti serta penulisannya berbeda. “Syukur” bisa diartikan sebagai “Alhamdulillah”, sedangkan “sukur” bisa diartikan sebagai “Rasain lo !”. Kata “syukur” diucapkan karena bermaksud men-syukuri, sedangkan “sukur” untuk men-sialkan seseorang.

Ada tanggapan, kebingungan, masukan ? Silakan beri komentar.

2 Komentar

Filed under Bahasa, Santai