Tag Archives: Melati Daeva

Melaju ke Perempat Final, Febe Akhiri Catatan Jelek

Setelah tiga tahun tidak pernah mengayunkan raket di perempat final, akhirnya hari ini Febe berhasil pecah telur. Lawan senegara dan seklub menanti.

antarafoto-1273756801-

GOR Amongraga di Provinsi DIY tempat dilangsungkannya turnamen Indonesia Open Grand Prix Gold menjadi saksi kebangkitan Maria Febe Kusumastuti. Mbak Tutik, panggilan Febe, sukses melaju ke perempat-final, yang tidak pernah dicicipinya dalam tiga tahun, setelah sukses mengalahkan ratu bulutangkis Singapura Juan Gu dalam pertandingan tiga set 11-21 21-16 21-16. Kemenangan Febe tentu saja membuat heboh para penggemar bulutangkis Indonesia, pasalnya para penggemar sudah lama tidak melihat sang miss R1/R2 mengayunkan raket di babak perempat final. Bahkan di sebuh forum diskusi bulutangkis.com, thread tentang keberhasilan Febe menembus QF langsung dibuat. Mari kita lihat seberapa jauh lagi Febe bisa melangkah di turnamen ini. Di babak perempat final, Febe akan bertemu salah satu ratu sirnas Febby Angguni yang juga rekan seklubnya di PB Djarum.

Bila lolos ke semifinal, selain posisi Febe di pelatnas jadi lebih aman dari degradasi (asalkan minggu depan di London Febe bisa tetap konsisten minimal tembus di perempat final, dan juga di rangkaian turnamen di tahun 2013 yang akan selesai dua bulan lagi), Febe berpeluang bertemu dengan pemain ratu bulutangkis Indonesia saat ini Lindaweni Fanetri, asalkan Linda bisa mengalahkan sang pembunuh raksasa Cina bernama Yao Xue. Ayo Febe !

Rising Star Indonesia di Yogyakarta

Di saat senior kalah, yang junior menang. Banyak pemain junior yang sukses melaju ke perempat final usai mengalahkan senior mereka, baik senior pelatnas maupun senior dari negara lain. Sebut saja di nomor ganda campuran, juara Kejuaraan Dunia Junior Gloria Emanuelle Widjaja dan Edi Subaktiar yang sukses mengalahkan senior mereka Muhammad Rijal/Debby Susanto yang saat ini menduduki peringkat 6 BWF. Ada juga dari nomor ganda putri yaitu Melati Daeva/Rosyita Eka yang juga mengalahkan senior mereka di pelatnas Suci Rizki/Jenna Gozali. Lalu di nomor tunggal putri ada Hanna Ramadhini, dan ada pula Jonathan Christie di nomor tunggal putra.

Berhasil mencapai perempat final di turnamen level Grand Prix Gold punya pengaruh positif bagi ranking dan pengalaman pemain muda, karena dengan ranking yang lebih tinggi dan pengalaman yang lebih banyak, para pemain muda ini akan lebih mudah untuk masuk dan berprestasi di turnamen kelas atas seperti Grand Prix Gold, Super Series dan Super Series Premier. Selain itu, pemain seperti ini tentu akan lebih dipercaya oleh PBSI untuk bermain di turnamen-turnamen besar, yang akan membuat mereka jadi lebih cepat berkembang.

Tinggalkan komentar

Filed under Badminton

Indonesia Sudah Pasti Juara di Nomor Perorangan Ganda Campuran Kejuaraan Dunia Junior

Hari ini sempat deg-degan juga pas lihat livescore, karena semua wakil Indonesia yang tersisa tumbang. Semuanya ? Ternyata enggak, justru ada dua wakil yang “selamat” dari gempuran Cina, Jepang, dll. Ya, dua wakil inilah yang memastikan Indonesia menjuarai nomor ganda campuran di turnamen nomor perorangan BWF World Junior Championships 2012 karena terjadi All-Indonesian Finals.

Di final ganda campuran, dua pasangan ganda campuran Alfian Eko Prasetya/Shela Devi Aulia akan saling baku hantam dengan Edi Subaktiar/Melati Daeva

Alfian Eko Prasetya yang setahun lalu menjuarai kejuaraan yang sama bersama Gloria Emmanuele Widjaja berpeluang menjuarai turnamen ini dua kali berturut-turut bila besok berhasil menang. Belum lagi, ia bisa meraih rekor pemain yang menjuarai turnamen BWF World Junior Championship dua kali dengan pasangan yang berbeda-beda. Apalagi tentu terasa spesial bisa terjadi All-Indonesian Finals di turnamen kali ini, walaupun tahun lalu di turnamen yang sama yang diselenggarakan di Taiwan juga terjadi All-Indonesian Finals di ganda campuran, tetapi Cina absen karena turnamen itu diselenggarakan di Taiwan (Chinese Taipei) yang sedang bersengketa dengan Cina waktu itu. Yang membuat spesial kali ini karena pemain Cina turut bermain. Tentu satu hal yang luar biasa bagi Indonesia bisa menjadi juara di turnamen yang diikuti oleh pemain Cina yang jumlahnya bukan hanya satu atau dua pemain namun jumlahnya belasan. Sebelum mencapai All-Indonesian Finals, kedua pasangan Indonesia ini pun sama-sama mengalahkan pasangan Cina. Alfian/Shela mengalahkan Huang Yaqiong/Wang Yilu yang mengalahkan Kevin Sanjaya/Maretha Dea, sedangkan Edi/Melati mengalahkan Liu Yuchen/Chen Qingchen.

Selamat berjuang Indonesia ! Semoga ini bisa menjadi awal prestasi yang baik (lagi) bagi perbulutangkisan Indonesia di masa yang akan datang. Sebelumnya di turnamen beregu BWF World Championship, Indonesia berhasil menempati peringkat empat, posisi yang lebih baik dibandingkan hanya dapat peringkat tujuh di tahun 2011. Indonesia menang gemilang melawan juara bertahan Malaysia, dan akhirnya kalah dari Cina dan Korea Selatan.

Buat warga Jateng, ada satu hal yang menarik lho. Tahu Alfian Eko Prasetya dan Melati Daeva ? Mereka berdua sama-sama pemain dari kontingen PON Jawa Tengah.

Tinggalkan komentar

Filed under Badminton

Dua Medali diraih Jawa Tengah di Bulutangkis Beregu PON 2012

Baik tim beregu putra-putri Jawa Tengah berhasil melaju ke babak final bulutangkis beregu PON 2012. Tim beregu putra melaju setelah mengalahkan Jawa Timur, dan tim beregu putri berhasil menyingkirkan juara bertahan DKI Jakarta di semifinal, Jum’at 14 September 2012.

Tim beregu putra Jawa Tengah berhasil menang 3-1 di final melawan Jawa Barat. Jawa Tengah hanya tersandung saat Shesar Hiren Rhustavito kalah dari Andre Marteen. Ketua kontingen bulutangkis Jawa Tengah Fung Permadi menyatakan bahwa Vito kelelahan. Dionysius Hayom Rumbaka, Yohanes Rendy Sugiarto/Afiat Yuris Wirawan dan pasangan olimpiade Tantowi Ahmad/Muhammad Ahsan mampu memenangkan game yang mereka mainkan dan memastikan satu medali emas bagi Jawa Timur.

Pertandingan sengit terjadi di tim beregu putri. Saling kejar mengejar skor terjadi di pertandingan ini. Akhirnya Jawa Barat yang berhasil memenangkan pertandingan seru ini setelah Febby Angguni mengalahkan tunggal putri ketiga Jawa Tengah Rosaria Yusfin Pungkasari. Saya sendiri berpendapat walau hanya salah satu tim yang meraih medali emas, pemain kedua tim pasti cukup puas bisa karena semua bisa bermain, hehe 😀 . Ini juga pembuktian bahwa kualitas pebulutangkis Jawa Tengah dan Jawa Barat tidak jauh berbeda dan bisa menjadi lumbung pebulutangkis putri nasional nantinya :).

Berikut ini hasil di final :

Beregu Putra :

Dionysius Hayom Rumbaka 21-6 21-7 Alrie Guna Dharma

Yohanes Rendy Sugiarto/Afiat Yuris Wirawan 21-18 19-21 21-19 Ricky Karanda Suwardi/Muhammad Ulinnuha

Shesar Hiren Rhustavito 10-21 17-21 Andre Marteen

Muhammad Ahsan/Tantowi Ahmad 23-21 14-21 21-18 Andika Anhar/Angriawan Berry

Beregu Putri :

Maria Febe Kusumastuti 19-21 21-23 Hera Desi

Debby Susanto/Melati Daeva 28-26 14-21 21-19 Suci Rizki Andini/Tiara Rosalia Nuraidah

Anna Rovita 21-23 13-21 Lindaweni Fanetri

Annisa Saufika/Gloria Emmanuele Widjaja 21-19 9-21 25-23 Devi Tika/Komala Dewi

Rosaria Yusfin Pungkasari 18-21 10-21 Febby Angguni

Selamat kepada tim Jawa Barat dan Jawa Tengah atas perolehan medalinya !

Hingga Sabtu, 15 September 2012 pagi, Jawa Tengah berada di peringkat empat klasemen sementara perolehan medali PON Riau 2012, dengan 25 emas, 24 perak dan 31 perunggu. Cabang atletik adalah cabang yang paling banyak menyumbang 10 medali.

2 Komentar

Filed under Badminton, indonesia, PON Riau 2012